Balmon Lampung Sidak Kapal Nelayan Yang Tidak Menggunakan Perangkat Radio Marine



BANDARLAMPUNG, SUMA TV - Kepala Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Lampung Enik Sarjumanah, menghimbau agar para nelayan menggunakan frekuensi dan perangkat maritime yang tertib, legal dan sesuai aturan (Radio Marine).


Berdasarkan hasil sidak yang dilaksanakan, Kamis (26/8/2021) kemarin, Balmon Lampung terjun ke Pusat Pendaratan Pelelangan Ikan (P3I) untuk mengedukasi para nelayan agar memakai alat komunikasi yang sesuai dengan ketentuan.


Dalam sidak tersebut, terdapat beberapa kapal yang belum memakai radio marine, yang kebanyakan nya masih menggunakan radio olben, dimana bisa menganggu jalur komunikasi penerbangan pesawat.




Dan masih banyak kerugian, seperti menganggu sinyal televisi, karena frekuensi yang digunakan nelayan bisa lebih 2 mett.


Oleh sebab itu, program Balmon Lampung yaitu, MOTS (Maritime On The Spot) berupa mendirikan loket pelayanan perizinan ISR maritime di Syahbandar PPI Lempasing secara gratis dengan pelayanan satu hari jadi, serta mengedukasi tatacara berkomunikasi yang benar dan memberikan sertifikat kecakapan bagi awak kapal.


"Kami meminta kepada teman-teman para nelayan agar lebih patuh menggunakan perangkat marine, ini kami sosialisasikan agar mengantisipasi marabahaya dimana untuk kebaikan bersama," ujar Enik Sarjumanah, Kamis (26/8).



Sementara, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Lempasing, Faisal mengucapkan terimakasih kepada Tim Balmon Lampung sehingga para nelayan mengerti fungsi dan manfaat dari radio marine.


"Sehingga nya nelayan jika terjadi nya hal-hal yang upnormal  masyarakat nelayan bisa dengan cepat memberikan informasi kepada rekan-rekan sekitarnya atau pihak yang berkepentingan agar respon cepat dan segera bertindak," kata nya.


Adapun capaian Balmon dalam MOST ini sudah menertibkan sekitar 90 ISR bagi nelayan yang sudah menggunakan radio Marine dan menerbitkan sertifikat SRC pada 100 Nahkoda dan awak kapal di Pelabuhan Perikanan Lempasing dan Pelabuhan Maringgai dan dari 200 kapal nelayan 100 diantara yg telah mendapat frekuensi merine.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama