Jakarta, Suma TV--Penderportasian Ustadz Abdul Somad (UAS) oleh Pemerintah Singapura Senin lalu mendapat tanggapan serius. Sejumlah kalangan meminta Pemerintah Singapura menjelaskan alasan deportasi tersebut.
Beberapa Anggota DPR RI dan para alumni Al Azhar menyatakan prihatin tas insiden tersebut.
Anggota Komisi I Fadli Zon mengecam perlakuan terhadap UAS.
"UAS adalah warga negara Indonesia terhormat, seorang ulama dan intelektual," kata Fadli dalam cuitannya di Twitter yang diunggah hari ini.
Menurut Fadli, langkah deportasi UAS merupakan bentuk penghinaan. “langkah Singapura mendeportasi UAS sangat tidak pantas, “ tambahnya.
Lebih jauh Waketum Gerindra ini meminta Dubes RI untuk Singapura mencari tahu apa yang terjadi dengan UAS. "Dubes RI di Singapura harus menjelaskan peristiwa ini dan tidak lepas tangan," ujarnya.
Hal yang sama juga dikemukakan Anggota Komisi VIII DPR RI Achmad. "Ini adalah pelecehan bagi Indonesia. Karena UAS merupakan tokoh dan ulama besar yang dihormati, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Brunei Darussalam dan Malaysia, “ tambahnya.
Sikap prihatin juga disampaikan Jaringan Alumni Timur Tengah (JATT), dimana UAS juga merupakan salah satunya. Karena UAS adalah lulusan Universitas Al Alzhar Kairo, Mesir.
Ustadz Abdul Somad (UAS) ketika dikonfirmasi atas peristiwa tersebut membenarkan peristiwa tersebut. "Info bahwa saya dideportasi dari imigrasi Singapura itu sahih, betul, bukan hoax," kata UAS di kanal YouTube Hai Guys Official.
UAS menjelaskan, dia berangkat ke Singapura bersama istri, anak, dan sahabatnya pada Senin (16/5). Mereka, menurut UAS, tiba di Pelabuhan Tanah Merah, Singapura, sekitar pukul 13.30.
Semua persyaratan keberangkatan sudah ia lengkapi, termasuk dari kemigrasian Singapura. "Berkas lengkap semua. Udah lengkap ini. Arrival card, kartu untuk datang sampai masuk, semua lengkap semua, tak ada kurang satu apa pun,” tambahnya.
Setelah itu, ketika akan keluar pelabuhan, tasnya ditarik masuk. “Saya terakhir, sahabat saya keluar, istrinya sudah, anaknya sudah, ustazah sudah, anak saya sudah, saya yang terakhir. Begitu selesai mau keluar, baru itu tas ditarik, masuk," ucap UAS.
Dia mengatakan tujuannya ke Singapura untuk berlibur. Tidak ada jadwal ceramah. "Dalam rangka libur, ini kan hari libur. Kebetulan sahabat saya dekat rumahnya dari Singapura,” kata UAS.
Yang lebih memprihatinkan lagi, UAS dibawa masuk ke ruang 1x2 meter, sedangkan rombongannya berada di ruangan lain. Mereka kemudian meninggalkan Singapura sekitar pukul 16.30.
Sementara itu, pihak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sedang menelusuri kabar UAS dideportasi Singapura. Kemenkumham belum menjelaskan detail apakah benar UAS dideportasi Singapura ataupun penyebabnya.
"Sedang koordinasi dan penelusuran dengan humas Imigrasi," kata Kabag Humas Kemenkumham Tubagus Erif Faturahman kepada wartawan, Selasa, 17/05/22. (SumaTV)
Tags:
Nasional
