Bandar Lampung, SumaTV-Persaingan menjelang pemilihan Rektor
Universitas Lampung (Unila) periode 2023-2007 mulai memanas. Hal itu diketahui
adanya pihak-pihak yang mengembangkan isu calon orangnya Aom dan calon bukan
orangnya Aom.
Sebagaimana
diberitakan sebelumnya, Senat Universitas Lampung beberapa hari lalu telah
menetapkan delapan orang Calon Rektor Unila periode 2023-2027, untuk
menggantikan Prof. Karomani (Aom) yang terlibat masalah hukum.
Kedelapan orang tersebut adalah Prof. Dr. dr.
Asep Sukohar, S. Ked, M. Kes, Dr. Ayi Ahadiat., SE, MBA, Prof. Dr.
Hamzah, SH, MH, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM., Prof.
Ir. Suharso, Si, Ph. D, Dr. Marselina, SE, MPM, Prof. Dr. Ir. Murhadi,
M.Si., dan Dr. Nairobi, SE, M.Si.,
Sejak ditetapkannya
para calon tersebut, berkembang isu adanya calon orangnya Aom dan bukan orangnya
Aom. Pejabat yang diangkat ketika Aom menjadi Rektor atau kabinetnya Aom dianggap
orangnya Aom, sehingga dianggap bermasalah.
Sedangkan Calon
Rektor yang dikatagorikan bukan orang Aom, dianggap masih segar dan dinilai akan
dapat membawa Unila ke arah yang lebih baik.
Menanggapi
isu tersebut, sejumlah alumni Universitas Lampung (Unila) keberatan, jika pemilihan
rektor dimulai dengan mengembangkan isu orang Aom dan bukan orang Aom. “Karena,
tidak semua pejabat yang masuk dalam kabinet Aom ikut bermasalah,” ujarnya.
“Kemudian, tidak
ada jaminan juga, calon rektor yang tidak masuk dalam kabinet Aom akan lebih baik,” tambahnya.
Menurut alumni Fakultas Hukum ini, isu pengelompokkan
orang Aom dan bukan orang Aom tidak tepat, karena itu mengabaikan asas
profesionalisme.
Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Unila ini
menyayangkan jika dalam pemilihan rektor ini, ada pihak-pihak yang
mengembangkan isu orangnya Aom dan bukan orangnya Aom. “Karena semua calon
tersebut langsung atau tidak langsung, selama Karomani menjadi Rektor memiliki keterkaitan,” tambahnya.
Sebut saja, misalnya Ayi Ahadiat, dia adalah Ketua Pengembangan Kerjasama dan
Layanan Internasional. Jabatan di bawah struktur WR 4 langsung.
Begitu juga, Lusmailia yang pada masa kepemimpinan
Aom, dia menjabat sebagai Ketua LP2M. Kemudian
Dekan Fakultas Ekonomi Unila Nairobi, juga merupakan bagian dari kabinet Aom.
“Mereka semua juga bagian dari rezim Aom,” tegasnya.
Kemudian, Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S. Ked,
M. Kes yang sekarang menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan
dan Prof. Ir. Suharso, S. Si, Ph.D, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Rektor
IV Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kedua
pejabat ini juga orang profesional, sehingga tidak tepat, jika dianggap
bermasalah karena masuk dalam kabinetnya Aom.
“Mereka semua adalah orang-orang terbaik
dan profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya,” kata alumni Unila
yang keberatan ditulis namanya ini.
Oleh karena
itu, menjelang pemilihan Rektor ini, dia mengimbau agar para calon bersaing
secara sehat. Mengedepankan profesionalisme dan adu program dalam visi dan misi
saja.
Ketua panitia
pemilihan Pilrek Prof. Dr. Abdurrahman, MSi mengatakan, proses penjaringan calon rektor Unila
2023-2027 telah berlangsung sejak 14 November 2022 dan telah melalui proses
seleksi administrasi dan pengangkatan penetapan
calon.
Abdurrahman
menambahkan, panitia telah membagi jadwal sosialisasi visi, misi, dan program
kerja calon rektor Universitas Lampung periode 2023-2027.
Prof.
Abdurrahman mengatakan, penyampaian program kerja bakal calon Rektor di hadapan
civitas akademika di Gedung Serbaguna Unila pada 20 Desember mendatang . (ril)
