
Skema anggaran program makan siang dan susu gratis yang masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dibahas Presiden Jokowi pada sidang kabinet, Senin (26/2) kemarin. Ini menjadi berita paling banyak dibaca.
Selain itu, ada berita tentang penjelasan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam pelaksanaan makan siang gratis nantinya satu anak akan mendapatkan jatah sebesar Rp 15 ribu per hari, belum termasuk susu. Ini menjadi berita populer di kumparanBisnis.
Makan Siang Gratis Dibahas di Sidkab
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sempat menuturkan makan siang gratis yang diusung pasangan Prabowo-Gibran ini masuk dalam pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025.
Hal ini mengingat, pasangan Prabowo-Gibran masih unggul dalam perhitungan versi KPU dengan perolehan suara hampir 60 persen.
PerbesarSuasana sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/2). Foto: Nadia Riso/kumparan
“Anggarannya ada bertahap, nanti hari Senin (26/2) kita ini kan (rapat), ada skalanya (penggelontoran),” tutur Airlangga di kantornya, Jumat (23/2).
“(KEM) PPKF sedang dibahas nanti Senin akan ada sidang kabinet, jadi tunggu aja Senin,” tambah dia.
Diketahui, Airlangga sudah memastikan program makan siang ini sudah menjadi bagian dari pembahasan KEM-PPKF, sehingga akan dianggarkan dalam APBN 2025.
Satu Anak Dijatah Rp 15.000 per Hari
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, nantinya satu anak akan mendapatkan jatah makan siang sebesar Rp 15 ribu per hari, belum termasuk susu. Ia memastikan, program ini akan merata di seluruh wilayah Indonesia.
"Per anak kira-kira Rp 15 ribu, di luar susu," kata Airlangga kepada awak media di kantornya, Senin (26/2).
Airlangga melanjutkan, pemerintah pusat tidak mengatur menu makan gratis tersebut. Ia menyerahkan keputusan tersebut kepada pemerintah daerah masing-masing.
"Untuk menunya nanti dilepas, kita tidak menyeragamkan," ungkapnya.
PerbesarMenko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian pada Jumat (23/2/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Sebelumnya Jokowi bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju telah membahas skema anggaran program makan siang dan susu gratis yang masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dalam sidang kabinet kemarin, Senin (26/2).
Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, mengungkapkan program makan siang gratis bakal menelan biaya sebesar Rp 450 triliun per tahun. Namun, program ini akan dilaksanakan secara bertahap. Di tahap pertama, biaya yang diperlukan sekitar Rp 100 triliun hingga 120 triliun.
"Program ini dalam skala penuh 100 persen akan memberikan manfaat pada sekitar 82,9 juta anak sekolah dan pesantren seluruh Indonesia," kata Budiman dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (22/2).
Budiman menjelaskan, anggaran untuk program makan siang gratis bersumber dari APBN. Namun, angka itu masih bisa ditekan 40 persen hingga 50 persen jika pemerintah menggunakan dana yang ada untuk menyiapkan sumber bahan pangan alih-alih membeli makanan jadi.
Sekitar 10 ribu desa dari total 74.961 desa akan terlibat untuk memproduksi padi untuk memenuhi kebutuhan program ini. Kemudian, sekitar 20 ribu desa bisa membangun peternakan ayam pedaging dan petelur hingga usaha sapi perah.
“Sehingga alokasi APBN yang dibutuhkan pada tahun pertama pelaksanaan program ini diperkirakan sekitar Rp 50 triliun hingga 60 triliun saja," katanya.
Tags:
Nasional