"Serdam: The Death Whistle" Jadi Film Pendek Asli Lampung Pertama Yang Tayang Di Bioskop Online



Bandar Lampung - Serdam : The Death Whistle menjadi film pendek pertama yang tayang di bioskop online.Bukan sekedar menyoroti karya dari lampung film ini juga mengangkat isu tentang kepunahan alat musik tradisional Lampung karenanya Satria bangsawan produser eksekutif dan ketua dewan kesenian Lampung memberikan dukungan terbaik untuk film ini.

"Kami sebagai lembaga Yang menaungi kesenian di Lampung berkomitmen untuk mendukung berbagai bentuk kesenian termasuk juga film apalagi film ini membahas tentang alat musik Lampung yang kita ketahui bersama hampir punah lalu proses syuting ini juga dilakukan di pesisir barat dengan menampilkan alat musik Lampung yang indah",ungkapnya.

Selain menawarkan cerita yang kental dengan budaya Lampung film ini juga dibalut dengan cerita drama keluarga khususnya relasi ayah anak yang sangat dekat dengan kehidupan.Dalam film ini,ia harus menjadi seorang ayah dari anak laki-laki, Sementara dalam kehidupan nyata ia memiliki seorang anak perempuan. 

"Ini pengalaman keaktoran yang menarik karena saya harus menjadi ayah bagi seorang anak laki-laki,Namun ini tidak menjadi sulit karena dalam keseharian di teater satu ada bnyak murid laki-laki saya yang sudah dekat dengan saya.Tantangnya justru pada aspek lainnya ,yaitu wahana dari teater yang memang membutuhkan beberapa penyesuaian", kata Iswadi Pratama. 

"Tujuan awal movie lab membuat film ini adalah untuk membentuk ekosistem perfilman dan industri mikro film di Lampung.Membicarakan perjalanan film ini,pada tahun 2022 kami selesai produksi,dan mulai menayangkan film ini di beberapa pemutaran alternatif komunitas.pada tahun 2023 film ini menjadi perwakilan Lampung di festival film internasional dan bekerjasama dengan JOGJA-NETPAC asin film festival",Ungkap Iin Zakaria.  

"Saya sangat terharu bangga dan berterima kasih kepada seluruh rekan komunitas, anak-anak muda berbakat yang memproduksi film ini bersama saya. Tentu juga saya berharap karya sederhana kami dari movie lab ini dapat diterima dengan baik oleh penonton dari seluruh Indonesia khususnya masyarakat Lampung", ungkap dede safara Wijaya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama