BANDARLAMPUNG, 9 Desember 2025 – Kota Bandarlampung mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di Provinsi Lampung dengan angka mencapai 7,53 persen, berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini jauh di atas TPT rata-rata Provinsi Lampung yang tercatat 4,21 persen pada Agustus 2025.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandarlampung dari Fraksi Gerindra, Rizaldi Adrian, menilai data BPS ini sebagai "alarm penting" yang menuntut tindakan cepat dan konkret dari Pemerintah Kota (Pemkot).
“Tingginya angka pengangguran menunjukkan ada pekerjaan besar yang harus segera dibenahi, terutama dalam membuka lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Rizaldi Adrian.
Analisis Mendalam dan Solusi Tepat Sasaran
Rizaldi mendesak Pemkot agar tidak hanya fokus pada angka, tetapi melakukan analisis mendalam terhadap struktur usia penganggur, keterserapan di sektor industri, dan relevansi keterampilan tenaga kerja (skill gap).
"Data itu penting agar solusi yang diambil tidak sekadar seremonial, tapi tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.
DPRD Bandarlampung menyatakan siap mengawal penguatan ekosistem investasi dan percepatan program peningkatan keterampilan, khususnya bagi generasi muda, melalui kerja sama dengan sektor swasta dan UMKM, serta memastikan program penanggulangan pengangguran dalam RPJMD berjalan terukur.
Kontras dengan Lampung Barat: TPT Terendah 2,09 Persen
Tingginya angka pengangguran di Bandarlampung berbanding terbalik dengan kondisi di Kabupaten Lampung Barat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Lampung Barat, Haiza Rinsa, S.H., mengonfirmasi bahwa daerahnya mencatat TPT terendah se-Provinsi Lampung, yakni 2,09 persen pada tahun 2024. Angka ini turun dari 2,25 persen pada tahun 2023.
Penurunan di Lampung Barat disebut Haiza Rinsa sebagai hasil dari program konsisten, penguatan UMKM, kemitraan swasta, serta didukung oleh struktur ekonomi lokal yang kuat di sektor pertanian dan perkebunan.
Secara keseluruhan, TPT Provinsi Lampung pada Agustus 2025 tercatat 4,21 persen (naik tipis dari 4,19% tahun sebelumnya), dengan jumlah penduduk menganggur mencapai 213,17 ribu orang.