HUT ke-58 FKIP Unila: DPRD dan Pemprov Lampung Dorong Gagasan Guru Besar Jadi Landasan Kebijakan Pendidikan

   



BANDAR LAMPUNG — Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Dr. H. Yanuar Irawan, S.E., M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga legislatif dan akademisi dalam menciptakan sistem pendidikan yang berdaya saing global. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Gelar Wicara Guru Besar FKIP Universitas Lampung dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-58 FKIP Unila di Gedung Aula K, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Berkelanjutan untuk Pendidikan di Lampung yang Berdampak dan Berdaya Saing Global” ini turut dihadiri oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H., yang mewakili Gubernur Lampung.

Gagasan Akademik Sebagai Landasan Kebijakan

Dalam sambutannya, Yanuar Irawan mengapresiasi kontribusi FKIP Unila sebagai pencetak sumber daya manusia unggul di Lampung. Ia menilai pemikiran para Guru Besar bukan sekadar teori, melainkan instrumen strategis bagi pemerintah daerah.

“Forum akademik seperti gelar wicara ini sangat penting untuk merumuskan rekomendasi strategis. Pemikiran para Guru Besar adalah landasan akademik yang diperlukan agar kebijakan pendidikan di Lampung lebih berkualitas dan inovatif,” ujar Yanuar.

Komitmen Legislasi dan Penganggaran

Sebagai Ketua Komisi V yang membidangi sektor pendidikan, Yanuar menegaskan komitmen DPRD untuk terus mengawal kebijakan melalui tiga fungsi utama:

  1. Legislasi: Menyusun aturan yang mendukung inklusivitas pendidikan.

  2. Penganggaran: Memastikan alokasi dana pendidikan tepat sasaran untuk peningkatan mutu.

  3. Pengawasan: Menjamin program pendidikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Buku Bunga Rampai: Warisan Pemikiran untuk Lampung

Momentum Dies Natalis ke-58 ini juga ditandai dengan penyerahan Buku Bunga Rampai, sebuah karya yang berisi kumpulan pemikiran para Guru Besar FKIP Unila. Buku ini diharapkan menjadi panduan bagi para pemangku kepentingan dalam membedah tantangan pendidikan yang kian kompleks dan dinamis.

Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani, menambahkan bahwa peringatan ini adalah ajang refleksi bagi universitas untuk tetap adaptif dalam mencetak tenaga pendidik yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi, DPRD, dan Universitas Lampung diharapkan mampu melahirkan sistem pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga mampu menempatkan putra-putri Lampung di kancah kompetisi internasional.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama