Agus Purwanto Gelar Pembinaan Ideologi di Kedaung: Ingatkan Bahaya Lunturnya Nilai Pancasila bagi Masa Depan Bangsa

 


BANDAR LAMPUNG, 9 Maret 2026 – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Demokrat, Agus Purwanto, memberikan peringatan keras mengenai kondisi degradasi nilai kebangsaan saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila yang digelar di Kelurahan Kedaung, Senin (9/3).

Agus menilai, di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, masyarakat—khususnya generasi muda—menjadi sangat rentan terpapar pengaruh yang bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia.

Krisis Keteladanan dan Tantangan Generasi Dalam pemaparannya, Agus Purwanto menyoroti bahwa pengamalan butir-butir Pancasila adalah harga mati untuk menjaga stabilitas sosial. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan dalam kondisi "baik-baik saja" jika butir-butir Pancasila hanya menjadi teks hafalan tanpa praktik nyata.

“Indonesia akan menghadapi tantangan besar jika generasi mudanya tidak lagi memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Namun, tanggung jawab ini tidak hanya di pundak anak muda. Orang tua harus memberikan contoh nyata. Jika yang tua tidak memberi teladan, sulit bagi generasi muda untuk mengikutinya,” tegas Agus Purwanto.

Pancasila sebagai Filter Informasi Agus menjelaskan bahwa ideologi negara harus berfungsi sebagai filter terhadap nilai-nilai asing yang masuk melalui teknologi. Penguatan ideologi di tingkat kelurahan dianggap sebagai benteng pertama dalam menjaga persatuan dan kesatuan dari ancaman polarisasi atau gesekan sosial.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan menghadirkan dialog antara warga Kedaung dan wakil rakyat. Masyarakat diajak untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong dan toleransi dalam kehidupan bertetangga sebagai manifestasi sederhana dari sila-sila Pancasila.

Harapan untuk Masyarakat Melalui pembinaan ini, Fraksi Demokrat DPRD Bandar Lampung berharap muncul kesadaran kolektif untuk menjaga kerukunan. Agus berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu kebangsaan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama