BANDAR LAMPUNG, 7 Maret 2026 – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, H. Widodo, menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila bertajuk “Membangun Ekonomi yang Berkeadilan dan Berkelanjutan” yang digelar di Kelurahan Gunung Sulah, Sabtu (7/3).
Kegiatan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan warga setempat ini bertujuan untuk menanamkan kembali semangat keadilan sosial sebagai landasan setiap aktivitas ekonomi di tengah tantangan zaman yang semakin kompetitif.
Ekonomi Berbasis Nilai Pancasila Dalam narasinya, H. Widodo menegaskan bahwa konsep pembangunan ekonomi tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata, tetapi harus memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga. Prinsip ini selaras dengan Sila Kelima, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
“Pancasila bukan hanya simbol, tapi harus hadir dalam dapur dan usaha warga. Kita ingin menanamkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan. Ekonomi yang berkeadilan berarti tidak ada yang tertinggal, semua punya akses dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegas Widodo.
Pentingnya Keberlanjutan Selain aspek keadilan, Widodo menyoroti konsep keberlanjutan. Menurutnya, aktivitas ekonomi produktif yang dilakukan masyarakat saat ini harus tetap memperhatikan dampak lingkungan dan sosial agar manfaatnya dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Ia mendorong adanya usaha-usaha kreatif dan produktif yang ramah lingkungan di tingkat kelurahan.
Serap Aspirasi Lewat Dialog Suasana pembinaan berlangsung hangat dan dialogis. Warga Gunung Sulah memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pemberdayaan UMKM dan bantuan modal usaha. Menanggapi hal tersebut, Widodo berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar program pemberdayaan ekonomi masyarakat benar-benar tepat sasaran.
“Diskusi hari ini menunjukkan bahwa warga kita sangat produktif. Tugas kami di legislatif adalah memastikan nilai kebangsaan ini diperkuat dengan kebijakan yang mendukung kesejahteraan mereka,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama warga untuk menjaga persatuan melalui penguatan ekonomi berbasis komunitas, guna mewujudkan Bandar Lampung yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.