PESAWARAN – Peta kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Pesawaran mulai mengerucut. Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pesawaran menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Ke-V, Jumat (10/04/2026).
Proses pengembalian formulir di Kantor DPD Golkar Pesawaran, Desa Gedung Tataan, tersebut berlangsung khidmat dengan kawalan dukungan masif dari 11 Pimpinan Kecamatan (PK) serta jajaran Organisasi Hasta Karya dan Sayap Partai Golkar.
Wujud Keseriusan Membangun Partai
Mustika Bahrum menegaskan bahwa langkahnya mengembalikan berkas secara langsung merupakan bukti nyata komitmen dan keseriusannya untuk membesarkan partai berlambang pohon beringin tersebut di Bumi Andan Jejama.
“Alhamdulillah, hari ini saya menyerahkan langsung dokumen pendaftaran. Seluruh persyaratan telah diterima oleh panitia. Ini adalah bagian dari mekanisme organisasi yang harus kita lalui dengan penuh tanggung jawab demi kejayaan Partai Golkar ke depan,” ujar Mustika usai menyerahkan berkas.
Verifikasi dan Kelengkapan Dokumen
Ketua Steering Committee (SC) Musda V, Bambang Suheri, menyatakan bahwa jajaran tim penjaringan telah memverifikasi seluruh dokumen yang diserahkan oleh Mustika Bahrum. Berdasarkan hasil pemeriksaan, legislator Provinsi Lampung tersebut dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan dalam peraturan partai.
“Seluruh dokumen pendukung sudah lengkap dan sesuai. Langkah ini menunjukkan kepatuhan beliau terhadap tahapan dan mekanisme yang telah digariskan oleh partai,” jelas Bambang Suheri.
Menuju Musda Ke-V
Dengan status sebagai calon tunggal hingga penutupan pendaftaran, Mustika Bahrum dipastikan menjadi kandidat terkuat yang akan disahkan dalam Musda Ke-V Partai Golkar Pesawaran yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 April 2026.
Dukungan bulat dari pimpinan kecamatan dan organisasi sayap partai ini mengindikasikan adanya semangat persatuan dalam internal Golkar Pesawaran untuk memperkuat konsolidasi organisasi guna menghadapi agenda-agenda politik strategis di masa mendatang.