BANDARLAMPUNG, SUMA TV - Pemprov Lampung bersama Kepulauan Bangka Belitung (Babel) rencanakan pembangunan jalur transportasi laut antar kedua provinsi dalam rangka pengembangan investasi, perdagangan, dan pariwisata, di Ruang Pertemuan UPTD DPUPR Kabupaten Belitung, Rabu (14/10/2021).
Kerjasama yang tertuang dalam nota kesepakatan (MoU) antar provinsi itu ditandatangani Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Gubernur Babel Erzaldi Rosman.
Kegiatan yang merupakan sejarah baru bagi kedua provinsi ini merupakan fasilitas transportasi laut yang menghubungkan kedua provinsi, yakni Kabupaten Mesuji (Lampung) dengan Kabupaten Bangka Selatan (Babel).
Dari itu, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi sedang membangun dermaga pelabuhan di Kecamatan Sungai Sidang, Kabupaten Mesuji untuk memasok pangan dan komoditas ke Babel seperti pangan, holtikultura, peternakan dan hasil perkebunan.
Dia juga mengatakan, Provinsi Lampung sangat strategis, pintu gerbang sekaligus penghubung Pulau Jawa dengan Sumatera serta lintasan jalur laut kepulauan di Indonesia.
"Lampung sendiri merupakan sentra penghasil padi di Indonesia. Pada tahun 2020, produksi daerah ini 2.650.290 ton atau meningkat 22.47% dari periode sebelumnya," ujarnya.
Hal itu agar terciptanya pemenuhan kebutuhan pangan strategis dan jasa antar kedua daerah dengan harga yang jauh lebih kompetitif.
Untuk lebih mengkonkretkan kerja sama tersebut, antar-BUMD juga saling menandatangani kesepakatan kerja sama, yakni antara dua BUMD milik Pemprov Lampung dengan BUMD milik Pemprov Babel dalam sektor jasa pariwisata serta teknologi informasi dan komunikasi.
MoU tersebut antara Dirut PT Wahana Rahardja Bolly Iskandar milik Pemprov Lampung dan Dirut PT Lampung Jasa Utama Bambang Murslin dengan Direktur PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera Prof Syafaruddin milik Pemprov Babel.
Kami ingin mengembalikan kekuatan kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), khususnya dalam hal investasi, perdagangan dan pariwisata," katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Erzaldi mengatakan kesepakatan kerja sama ini merupakan inisiasi pascakesepakatan kedua provinsi pada Rakor Gubernur se-Sumatera beberapa waktu lalu.