BANDARLAMPUNG, SUMATV - SMPN 17 Bandarlampung sukses menggelar kegiatan Pelepasan dan Penyerahan Peserta Didik Kelas 9 Kepada Orang Tua /Wali Murid. Rabu, (15/6). Kegiatan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut berjalan dengan baik dan lancar.
Hadir ditengah-tengah kegiatan Kepala Sekolah SMPN 17 Bandarlampung Dra. Lisafini, para Dewan Guru, Perwakilan Orang Tua Murid Kelas 9 dan Perwakilan Murid Kelas 9. Hadir juga Pengawas sekaligus Pembina SMPN 17 Bandarlampung mewakili Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung H. Bustomi MPd dan Ketua Komite SMPN 17 Bandarlampung, Junaidi Ismail.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMPN 17 Bandarlampung, Dra. Lisafini menyampaikan bahwa berkat kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua murid, maka meski kegiatan belajar mengajar sempat diwarnai dengan sistem online (daring) dari rumah, seluruh siswa/siswi kelas 9 dinyatakan lulus.
"Terimakasih kepada bapak ibu Wali Murid yang sudah mempercayakan kepada kami untuk mendidik anak-anak bapak ibu semua kepada kami. Alhamdulillah anak kita selesai lulus seratus persen," kata Lisafini.
Dirinya juga berharap agar anak-anak yang baru lulus dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Masih di tempat yang sama, Pengawas Pembina SMPN 17 Bandarlampung, H. Bustomi, MPd juga mengungkapkan terimakasih kepada kepala sekolah dan para guru yang telah mengatur, mengelola kegiatan belajar mengajar dengan baik, sehingga pembelajaran di masa pandemi Covid-19 pun masih bisa berjalan.
"Dan terimakasih juga kepada orang tua murid yang sudah bekerja sama, sehingga anak-anak kita meski belajar dari rumah tetapi tetap ada proses pembelajarannya," kata Bustomi.
Menurut Bustomi, Anak-anak di sekolah akan meniru gurunya, akan meniru kawannya, akan meniru lingkungannya. Kalau kawannya rajin semangat dia akan ikut rajin, kalau gurunya rajin, bagus dia akan meniru. Maka banyak anak-anak sekolah yang menjadi guru karena melihat gurunya bagus jadi meniru seperti itu. Sayangnya terkendala Covid-19 kemarin ini, maka tidak dapat maksimal. Karena itu Dinas Pendidikan sudah berusaha untuk mengelola ini dengan baik. Ada yang masuk separuh, ada yang masuk sedikit-sedikit. Ini adalah proses dari perjuangan yang dilakukan oleh dinas pendidikan kota Bandarlampung.
"Semoga pembelajaran kita dapat kembali normal seperti semula," pungkasnya. (*)yd
.jpeg)