BANDAR LAMPUNG, SUMATV - Ibu Bumi Ayah Matahari merupakan bagian dari cerita yg digambarkan dengan beberapa Puisi dari penulis DianSi yang naa sebenarnya Sinar Siang Daeng Tarrang Seorang dari Makasar yang akan meluncurkan sebuah buku tentang Puisi di Cafe di Joe Bandar Lampung, 31 Desember 2022.
Di desa, perempuan saling menyapa dari jendela, sembari menghitung gumpalan awan kecil-kecil
Aroma kayu bakar, kokok ayam, burung-burung tanpa sangkar dan embun yang terbaca di atap rumah tetangga.
Ini nikmat, Tuhan ! Kelahiran, Kematian
Jodoh telah menjadi bunyi merdu di atap rumah
Bukan lagi kesanksian untuk mendaratkan pikiran perihal Tuhan yang sangat jauh menghuni langit, selain lebih dekat daripada urat leher.
Esensi kerinduan tetap berkuasa dalam ejaan buku: Ibu Bumi Ayah Matahari.
Kerinduan suasana gotong royong, keramahan dan meminimalisir penghakiman antar manusia, dengan landasan keberimanan yang tampak melalui keselarasan dan ramah tamah yang semakin nyaris pudar seiring kesantunan tata bahasa dalam bermasyarakat dan kaum remaja di mana adat budaya nusantara yang terkesampingkan dengan alasan modernisasi.
Munculnya buku Ibu Bumi Ayah Matahari memberikan pesan sederhana tentang cinta kasih dengan memulangkan ingatan pembaca bahwa sejauh dan seriuh apapun keduniaan yang paling tenang sesungguhnya adalah rumah, ibu, ayah, alam kita yang dinamai keluarga.
Semoga bermanfaat, salam literasi
(pemulis-SS)ps

