BANDAR LAMPUNG, SUMATV - Di Nusantara hingga mancanegara saat ini tengah dihebohkan dengan fenomena latto'-latto'.
Sedang viral dimainkan oleh berbagai kalangan usia, terlebih anak-anak.
Kata latto'-latto' berasal dari Bahasa Makassar yang berarti bunyi yang dikeluarkan oleh dua benda yang berbenturan
Kata ini digunakan oleh masyarakat Makassar untuk menamai permainan clakers ball.
Sejatinya latto-latto memiliki nama yang berbeda-beda di setiap negara, dari clackers ball, click-clack, bolas atau knockers clankers, Bonkers dan Ker-Bangers.
" Ini mainan jadul, sekarang booming lagi dan latto'-latto' ini bahasa Makassar, bisa juga disebut katto'-katto' bukan lato-lato " ; ujar Andi Sri
Latto'-latto' dimainkan dengan cara mengadukan kedua bola tersebut sampai berhasil bunyi yang berirama
Mainan ini awalnya ditujukan untuk mengajarkan koordinasi mata dan tangan pada anak.
Namun bahan awal yang digunakan oleh permainan ini dianggap tidak aman.
Latto-latto dilarang di Amerika
Berdasarkan laman United States Consumer Product Safety Commision, permainan latto'-latto' atau clackers ball tak dibolehkan dimainkan di Amerika karena tidak lulus uji ketahanan khusus di tahun 1985.
Ini mengikuti aturan yang diberlakukan oleh Komisi Keamanan Produk Konsumen.
Permainan ini bahkan ditarik kembali dari peredaran karena dianggap bisa melukai penggunanya.
Latto'-Latto',meskipun dilarang sebab dianggap berbahaya, sisi positifnya yang lain di era game elektronik dengan efek radiasinya. Latto'-Latto' tampil memperkenalkan permainan yang cukup aman, tentu hal ini semestinya tetap dalam wilayah pengawasan orang tua jika digunakan oleh anak-anak. (DianSi)
