Pengidap Penyakit TBC di Lampung Tengah Mencapai 4500 Kasus


Lampung Tengah - Sebanyak 4500 warga di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) diestimasikan menderita penyakit Tuberkolosis atau TBC, Kamis (29/11/2023).

Menanggapi jumlah angka tersebut, Inisiatif lampung sehat (ILS) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Lamteng menggelar konferensi pers pernyataan bersama upaya kolaborasi penanggulangan penyakit Tuberkolosis atau TB.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas PMK menyepakati bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Desa (Permendesa) Nomor 7 Tahun 2023 tentang program prioritas penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2024 salah satu prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Desa (Kemendes) bahwa dana desa wajib untuk penanganan dan pencegahan TBC di setiap kampung.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng, melalui Dinas PMK sepakat untuk bersinergi dalam penanggulangan TBC berbasis penguatan kampung menggunakan dana desa di tahun 2024.

Kemudian, turunan dari Permendesa tersebut, Pemkab saat ini sudah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) Lamteng terkait program prioritas penggunaan dana desa tahun 2024 yang salah satu pasalnya penggunaan dana prioritas adalah untuk penanganan TV di setiap kampung.

Selain itu, pembentukan tim percepatan penanggulangan TBC di tingkat Kampung dan tingkat kecamatan akan membentuk tim percepatan yang kadernya akan dibiayai operasionalnya menggunakan dana desa.

Sementara untuk penjaringan kader, Pemkab akan bekerja sama dengan ILS selaku NGO yang konsisten di dalam penanganan TBC di Kabupaten Lampung Tengah.

Kasi P2PM, Dinas Kesehatan Lamteng, Eko Winoto mengatakan pembentukan tim percepatan penanganan TBC sangat dibutuhkan.

Mengingat, tentu angka penularan nya cukup signifikan, di tahun 2023 jumlah penderita estimasi mencapai 4.500 jumlah tersebut mungkin akan bertambah.

"Memang lebih baik dibanding tahun kemarin karena kemarin itu banyak, dan baru dapat tertangani sebesar 51 persen oleh pihak kesehatan," kata Eko Witono.

Sebagai koodinator ILS Lampung Tengah, Suroto mengapresiasi pinak Dinas Kesehatan yang lebih intens dan adanya tambahan dari Dinas PMK yang nantinya akan hadir di setiap kampung dalam menangani TBC.

"Sangat luar biasa, ini akan menjadi kekuatan di tengah-tengah masyarakat untuk menyemarakkan orang yang memiliki ciri fisik agar bisa diantarkan dan di support untuk melakukan pemeriksaan," ujar suroto.

"kami dari Inisiatif Lampung Sehat (ILS) dari tahun 2021 sampai hari ini juga sudah melakukan gerakan-gerakan sosialisasi," bebernya.

Masih kata Suroto, sampai hari ini ILS baru ada 50 kader di Lampung Tengah. Jika nanti menjadi salah satu dari kader di kampung tersebut seandainya ada 31 dibawah naungan PMK dikurangi 50 berarti akan ada tambahan 251 kader baru di 2024.

"Sepertinya ini akan menjadi tambahan personil yang luar biasa untuk eliminasi TBC, saya yakin betul kalau ini nanti bisa bergerak secara simultan dan bersama-sama di tahun mendatang penderita TBC akan lebih menurun," tutupnya. (AG)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama