Bandar Lampung, Suma TV---Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) kembali melaksanakan Seminar Nasional melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada Sabtu, (19/11) di Balai Keratun Provinsi Lampung.
Mengusung Tema "Peran dan Tantangan Mahasiswa Sebagai Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 di Era Disrupsi", seminar nasional tersebut menghadirkan narasumber antara lain Putri Adhira, S.IP., M.Sc (Tenaga Ahli Muda Kantor Staf Presiden), Drs. M. Firsada, M.Si (Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung), Iqbal Ardiansyah,S.Si., MM (Ketua KNPI Provinsi Lampung), serta M. Harviend Gilang P, S.IP., M.Sc (Dosen Fisipol Universitas Saburai). Selaku moderator dalam acara seminar tersebut adalah Adelina Anum, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutan sekaligus membuka secara resmi acara tersebut, Dekan FISIPOL Universitas Saburai yang diwakili oleh Erwin Putubasai, SIP., MIP menyampaikan mengenai peran mahasiwa kedepan untuk Indonesia mendatang.
"Mahasiswa merupakan agent of change serta bagian dari era disrupsi dalam konstruksi kreativitas, gagasan dan ide yang positif untuk menuju Indonesia emas" tegasnya.
"Zaman akan selalu berubah, ilmu akan terus berkembang dengan pesat, mudah-mudahan semua mahasiswa yang mengikuti seminar ini dapat mengamb ilmu serta mengaplikasikan di masyarakat", tambah Erwin.
Tenaga Ahli Muda Kantor Staf Presiden, Putri Adhira membuka meteri dengan penjabaran mengenai perubahan besar dan mendasar yang terjadi di hampir setiap bidang kehidupan.
"Cara manusia hidup dan menikmati kehidupan sama sekali berbeda dengan era-era sebelumnya. Perubahan besar dan mendasar inilah disebut dengan istilah Disrupsi. Dengan adanya Disripsi ini maka akan memberi peluang sekaligus tantangan kepada setiap institusi negara, termasuk perguruan tinggi" ujarnya.
Diamping itu, Putri Adhira juga memaparkan mengenai masalah kepemudaan. Hal ini penting mengingat pemuda merupakan salah satu tiang penyangga dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala badan Kesbangpol Provinsi Lampung Drs. M. Firsada, M.Si, yang memaparkan tentang bagaimana kaum muda menyongsong masa depan Indonesia.
“Saya kasihan sama anak muda saat ini, karena sekarang mereka harus berlari dua kali lebih cepat daripada ketika saya dulu masih muda,” ungkap Firsada.
Generasi milenial saat ini lebih percaya pada informasi UGC (user generated content) daripada informasi searah, lebih suka ponsel daripada televisi, wajib memiliki sosial media, kurang suka membaca secara konvensional, cenderung tidak loyal, lebih peka terhadap teknologi, cenderung lebih malas, serta konsumtif" ujarnya.
“Untuk itu, perubahan sikap, perilaku dan budaya dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja. Negara memberi ruang intensif yang lebih besar bagi kaum muda yang memiliki prestasi,” sambungnya.
Pemateri selanjutnya adalah Iqbal Ardiansyah, S.Si. MM selaku Ketua KNPI Provinsi Lampung. Iqbal menjelaskan mengenai empat (empat) lembaga kementerian yang berhubungan dengan kepemudaan yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang berperan untuk persiapan pemuda guna menghadapi tantangan masa depan melalui kurikulum, struktur sekolah dan perguruan tinggi, dan aspirasi bagi pelajar atau mahasiswa. Kemudian Kementerian Sosial (Kemensos) yang bertujuan untuk memberikan jaringan kepada pemuda yang bisa diharapkan membantu ketika terjadi bencana, dengan menggerakkan bantuan sosial melalui tenaga pemuda, seperti karang taruna.
Selajutnya adalah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui pemberian pasar kerja ataupun balai latihan kerja bagi pemuda usia kerja, dan yang terakhir adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dalam konteksnya adalah organisasi kepemudaan seperti KNPI, termasuk kegiatan ekstrakulikuler seperti pramuka, jelas Iqbal.
Secara garis besar, Dosen Fisipol Universitas Saburai, M. Harviend Gilang P, S.IP., M.Sc memberikan apresiasi kepada Universitas Saburai melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) yang telah menggelar seminar nasional dalam rangka mendorong para mahasiswa untuk menjadi generasi muda yang tangguh guna memperluas wawasan berbangsa dan bernegara yang baik dengan menjunjung tinggi Pancasila.
Mudah-mudahan melalui seminar ini, pemuda dapat menjaga kedamaian yang sudah dinikmati oleh semua warga Lampung khususnya, termasuk saudara- saudara sebangsa dan setanah air dari hal yang merugikan yang dapat menghancurkan bangsa dan negara, pungkasnya.
Peserta seminar tampak sangat sangat antusis mengikuti acara ini. Hadir sebagai undangan antara lain dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila), Universitas Bandar Lampung (UBL), Universitas Mitra Lampung (Umitra), Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung, POLINELA, Universitas Terbuka (UT) dan Universitas Darmajaya. (FH/Tim)
