UPDATE: Fakta-Fakta Hilangnya Pesawat ATR Indonesia Air Transport di Maros – Pencarian Terkendala Medan dan Cuaca Buruk

 



MAROS, SULAWESI SELATAN – Memasuki hari kedua sejak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026), tim SAR gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian terhadap pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT. Pesawat rute Yogyakarta (Adisutjipto) menuju Makassar (Sultan Hasanuddin) tersebut membawa misi pengawasan udara (air surveillance) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Berikut adalah rangkuman fakta terbaru hingga Minggu (18/1/2026) dini hari:

1. Kronologi dan Titik Terakhir Kontak

Pesawat dilaporkan hilang kontak pada Sabtu pukul 13.17 WITA. Berdasarkan data radar dan laporan AirNav, pesawat sempat keluar dari jalur pendaratan standar saat melakukan pendekatan ke Runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin. Petugas Air Traffic Control (ATC) telah memberikan instruksi koreksi jalur pada pukul 12.23 WITA sebelum akhirnya komunikasi terputus total. Titik koordinat terakhir terpantau di sekitar wilayah Leang-Leang, Maros (04°57’08” LS - 119°42’54” BT).

2. Identitas Penumpang dan Klarifikasi Kru

Direktur Utama PT IAT, Tri Adi Wibowo, mengklarifikasi bahwa terdapat 7 orang kru (sebelumnya diberitakan 8) dan 3 orang penumpang di dalam pesawat. Ketiga penumpang tersebut merupakan tim air surveillance Ditjen PSDKP KKP, yaitu:

  • Ferry Irrawan (Analis Kapal Pengawas)

  • Deden Mulyana (Pengelola BMN)

  • Yoga Nauval (Operator Foto Udara) Salah satu kru pesawat, Kopilot Farhan Gunawan, merupakan putra daerah asal Luwu Timur.

3. Laporan Masyarakat dan Temuan Barang

Warga di kawasan Gunung Lapihau dan Puncak Bulusaraung melaporkan mendengar dentuman keras dan melihat kepulan asap serta titik api sesaat setelah pesawat hilang kontak. Selain itu, masyarakat menemukan sejumlah barang di lapangan yang diduga kuat berkaitan dengan pesawat, di antaranya:

  • Serpihan puing pesawat.

  • Dokumen operasional/SOP milik Indonesia Air Transport.

  • Manifes penerbangan serta salinan KTP atas nama salah satu penumpang (Yoga).

4. Operasi SAR dan Kendala Lapangan

Basarnas Makassar telah mendirikan posko utama di Leang-Leang, Maros, melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari TNI, Polri, dan relawan. Namun, operasi terhambat oleh:

  • Cuaca Ekstrem: Kabut tebal yang menyelimuti area pegunungan.

  • Medan Berat: Kontur pegunungan kapur yang terjal dan berbatu.

  • Visibilitas: Operasi udara menggunakan helikopter terpaksa dihentikan sementara pada malam hari dan akan dilanjutkan saat kondisi cuaca memungkinkan.

5. Respons Pemerintah dan Maskapai

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan keprihatinan mendalam dan meminta doa dari masyarakat untuk keselamatan seluruh awak dan penumpang. Sementara itu, pihak PT IAT menyatakan telah mengirimkan tim ke Makassar untuk mendampingi proses pencarian dan pihak keluarga korban.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama